Edukasi & Pentingnya Lisensi Resmi No Sertifikat No Party! PERTINA PALI Tegaskan Lisensi Resmi Kunci Utama Bikin Squad Daerah Makin Glowing

Edukasi & Pentingnya Lisensi Resmi

PALI, ayoLAHAT – Biar kualitas ring tinju makin level up, sertifikasi resmi itu harga mati, Wak! Hal ini ditegasin langsung sama Pengcab PERTINA Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pasca melirik keberhasilan penataran tenaga teknis yang digelar Pengkot PERTINA Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Edi Hariyanto, SP., MM.

Langkah taktis yang membuahkan Surat Keputusan (SK) Nomor 03 Tahun 2026 tertanggal 14 September 2026 itu dinilai tepat sasaran dalam menjawab urgensi kompetensi di atas ring. PERTINA PALI menilai, tanpa lisensi resmi yang terstandardisasi, pembinaan atlet muda bakal jalan di tempat.

Ketua PERTINA PALI, H. Imansyah, SE., MM., menegaskan bahwa sertifikasi bagi pelatih, wasit, dan hakim bukan sekadar lembaran kertas atau formalitas belaka, melainkan investasi jangka panjang buat ekosistem olahraga tinju.

"Kalau kita mau cetak atlet kelas dunia, perangkat pertandingannya dulu yang harus standar internasional atau minimal terstandardisasi nasional. Pelatih dan wasit itu benteng utamanya. Jadi, sertifikasi resmi ini bener-bener harga mati biar kualitas pembinaan kita terukur dan bebas dari praktek asal-asalan," tegas H. Imansyah, SE., MM. saat memberikan keterangannya.

Lantas, kenapa lisensi resmi ini dianggap super krusial banget?

  • ???? Pelatih Bersertifikat (10 Orang Lulus): Paham materi latihan modern, manajemen nutrisi, hingga regulasi keamanan dan keselamatan atlet di atas ring.

  • ⚖️ Wasit & Hakim Profesional (12 Orang Lulus): Menjamin keputusan pertandingan yang adil, objektif, terukur, dan bebas bias.

Berdasarkan hasil penataran pada 4–5 September 2026 di Aula Perindo dan Balai Buntar lalu, total 22 tenaga teknis berhasil menyandang lisensi resmi setelah melewati proses evaluasi dan pemantauan presensi yang super ketat dari Tim Penguji.

H. Imansyah menambahkan bahwa sistem penilaian berbasis merit system dan transparansi seperti yang ditunjukkan di Bengkulu harus segera diadaptasi dan direplikasi di wilayah PALI serta kabupaten/kota lainnya.

"Kita di PALI sangat terinspirasi. Ke depan, kita bakal dorong program serupa buat bikin squad daerah makin glowing. Kalau pelatihnya jago dan wasitnya adil, atlet-atlet muda kita bakal makin percaya diri buat bertarung di level provinsi, nasional, bahkan internasional," tutup H. Imansyah optimistis.

Dengan iklim pembinaan yang makin terstandardisasi ini, kancah pertinjuan lokal siap meledak dan melahirkan juara-juara baru dari ring daerah!


(Red.)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)